Jumat, 04 Februari 2022

BAB VII DESAIN SISTEM SECARA UMUM

 BAB VII DESAIN SISTEM SECARA UMUM


  1.  DESAIN MODEL SECARA UMUM

Sistem analis dapat mendesain model dari sistem informasi yang diusulkan dalam bentuk Physical System & Logical Model. Bentuk Physical System dapat digambarkan dengan sistem Flowchart. Dan Logical Model dapat digambarkan dengan Data Fow Diagram (DFO).

          1.  Data Flow Diagram

Data Flow Diagram digunakan untuk menggambarkan suatu sistem yang telah ada atau sistem baru yang akan dikembangkan secara logika.

Fungsi Data Flow Diagram (DFD)

Fungsi dari Data Flow Diagram (DFD) adalah alat pembuatan model yang memungkinkan profesional sistem untuk menggambarkan sistem sebagai suatu jaringan proses fungsional yang dihubungkan satu sama lain dengan alur data, baik secara manual maupun komputerisasi. DFD ini adalah salah satu alat pembuatan model yang sering digunakan, khususnya bila fungsi-fungsi sistem merupakan bagian yang lebih penting dan kompleks dari pada data yang dimanipulasi oleh sistem.

-     Simbol yang digunakan dalam Data Flow Diagram

1.      External Entity (Kesatuan Luar)

2.      Data Flow (Arus Data)

3.      Process (Proses)

4.      Data Store (Simpanan Data)

1.      External Entity (Kesatuan Luar)

Kesatuan luar merupakan kesatuan (entity) dilingkungan luar sistem yang dapat berupa orang, organisasi, atau sistem lainnya yang berada dilingkungan luarnyayang akan memberikan input atau menerima output dari sistem. Kesatuan luar dapat berupa :

a.       Suatu kantor, departemen, atau divisi dalam perusahaan.

b.      Orang atau sekelompok orang di organisasi tersebut.

c.       Suatu organisasi atau orang yang berada diluar organisasisperti misalnya langganan, pemasok.

d.      Penerima akhir dari suatu laporan yang dihasilkan oleh sistem.

Simbol : kesatuan luar dapat digambarkan dengan suatu notasi kotak.

                       

2.      Data Flow (Arus Data)

Arus Data mengalir diantara proses, simpanan data dan kesatuan luar. Arus data ini menunjukkan arus data dari data yang dapat berupa masukan untuk sistem atau hasil dari proses sistem dan dapat berbentuk sebagai berikut :

a.       Formulir atau dokumen yang digunakan di perusahaan

b.      Laporan tercetak yang dihasilkan oleh sistem

c.       Masukan untuk komputer

d.      Data yang dibaca atau direkam ke suatu file

e.       Suatu isian yang dicatat pada buku agenda

Simbol : arus data dapat digambarkan dengan suatu panah

           

3.      Process (Proses)

Suatu proses adalah kegiatan atau kerja yang dilakukan oleh orang, mesin atau komputer dari hasil suatu arus data yang masuk kedalam proses untuk dihasilkan arys data yang akan keluardari proses.

Simbol : 

4.      Data Store (Simpanan Data)

Simpanan data merupakan simpanan dari data yang dapat berupa :

a.       Suatu file atau database di sistem komputer

b.      Suatu arsip atau catatan manual

c.       Suatu tabel acuan manual

d.      Suatu agenda atau buku

Simbol :          

            Didalam DFD terdapat 3 level atau tingkatan, yaitu :

1. Diagram Konteks : menggambarkan satu lingkaran besar yang dapat mewakili seluruh proses yang terdapat di dalam suatu sistem. Merupakan tingkatan tertinggi dalam DFD dan biasanya diberi nomor 0 (nol). Semua entitas eksternal yang ditunjukkan pada diagram konteks berikut aliran-aliran data utama menuju dan dari sistem. Diagram ini sama sekali tidak memuat penyimpanan data dan tampak sederhana untuk diciptakan.

2. Diagram Nol (diagram level-1) : merupakan satu lingkaran besar yang mewakili lingkaran-lingkaran kecil yang ada di dalamnya. Merupakan pemecahan dari diagram Konteks ke diagram Nol. di dalam diagram ini memuat penyimpanan data.

3. Diagram Rinci : merupakan diagram yang menguraikan proses apa yang ada dalam diagram Nol.

2.      Bentuk Data Flow Diagram

Terdapat 2 bentuk Data Flow Diagram yaitu Physical Data Flow Diagram (Diagram Arus Data Fisik) dan Logical Data Flow Diagram (Diagram Arus Data Logika). Data Flow Diagram Fisik lebih tepat digunakan untuk menggambarkan sistem yang ada (sistem lama) dan lebih menekankan pada bagaimana proses dari sistem yang diterapkan. Sedangkan diagram arus data logika digunakan untuk menggambarkan sistem yang akan diusulkan dan lebih menekankan proses-proses yang terdapat di sistem.

           

3.      Pedoman Menggambarkan Data Flow Diagram

1.      Identifikasikan terlebih dahulu semua kesatuan luar yang terlibat di sistem

2.      Identifikasikan semua input dan output yang terlibat dengan kesatuan luar.

3.      Gambarkan terlebih dahulu suatu disgram konteks. Dari diagram konteks ini akan digambar dengan lebih rinci lagi yang disebut dengan level 0. Tiap-tiap proses di level 0 akan digambar secara lebih rinci lagi disebut dengan level 1. Tiap- tiap proses di level 1akan digambar secara lebih rinci lagi disebut dengan level 2 dan seterusnya sampai tiap-tiap proses tidak dapat digambar lebih terinci lagi.

4.      Gambarkan bagan berjenjang untuk semua proses yang ada di sistem terlebih dahulu. Bagan berjenjang digunakan untuk mempersiapkan penggambaran DAD ke level-level lebih bawah lagi.

5.      Gambarlah sketsa DAD untuk diagram level 0 berdasarkan proses di bagan berjenjang.

6.      Gambarlah DAD untuk level-level berikutnya yaitu level 1 dan seterusnya untuk tiap-tiap proses yang dipecah-pecah sesuai dengan bagan berjenjangnya.

2.      DESAIN INPUT SECARA UMUM

Langkah-langkah desain input  secara umum adalah :

1.      Menentukan kebutuhan input dari sistem informasi

2.      Menentukan parameter dari desain input tersebut.

Contoh :          Data Induk Pegawai

            Nomor Induk Pegawai :

            Nama Pegawai :

            Alamat :

Tempat Lahir :

Tanggal Lahir :

Pendidikan :

3.      DESAIN OUTPUT SECARA UMUM

Langkah-langkah desain output secara umum adalah :

1.      Menentukan kebutuhan output dari sistem informasi

2.      Menentukan parameter dari desain output tersebut

Contoh :          DAFTAR  PEGAWAI

NIP

NAMA

ALAMAT

TEMPAT

LAHIR

TGL

LAHIR

PENDIDIKAN







4.      DESAIN DATABASE SECARA UMUM

Database dibentuk dari kumpulan file. Sedangkan file dibentuk dari kumpulan record. Dan record dibentuk dari kumpulan field. Sedangkan field merupakan kumpulan dari item data. Item data dapat berupa huruf, angka, atau simbol-simbol khusus.

Langkah-langkah desain database secara umum :

1.      Menentukan kebutuhan file pada sistem informasi

2.      Menentukan parameter dari desain database tersebut : Type File, Media File, Organisasi File & key field dari file tersebut.

5.      DESAIN TEKNOLOGI SECARA UMUM

Untuk tahap desain teknologi secara umum, langkah pertama perlu dilakukan oleh analis adalah mengidentifikasi jenis dari teknologiyang dibutuhkan, baik yang berkaitan dengan penggunaan hardware (perangkat keras), software (perangkat lunak) dan brainware yaitu personil yang terlibat dengan sistem informasi. Kemudian langkah kedua adalah menentukan jumlah yang dibutuhkan dalam penggunaan hardware maupun software untuk sistem informasi tersebut.

BAB VI DESAIN SISTEM

 BAB VI DESAIN SISTEM


Arti Desain Sistem

Tahap setelah analisis sistem dari siklus pengembangan sistem

Menggambarkan bagaimana suatu sistem dibentuk

Mengkonfigurasi dari komponen-komponen perangkat lunak dan perangkat keras dari suatu sistem

Tujuan Desain Sistem

Untuk memenuhi kebutuhan kepada pemakai sistem

Untuk memberikan gambaran yg jelas dan rancang bangun yg lengkap kepada pemrogram komputer

Tekanan-Tekanan Desain

Tekanan-Tekanan Desain adalah tekanan-tekanan yg harus dipertimbangkan dlm mendesain suatu sistem informasi supaya dapat mengena sasarannya. Perancang sistem informasi harus memperhatikan sejumlah Tekanan-Tekanan Desain yg mempengaruhi kerjanya, yaitu:


Kualitas dan kegunaan informasi

Kebutuhan-kebutuhan sistem

Kebutuhan-kebutuhan pengolahan data

Faktor-faktor organisasi

Kebutuhan-kebutuhan biaya-efektivitas

Faktor-faktor manusia

Kebutuhan-kebutuhan kelayakan

1. Kualitas dan kegunaan informasi


Sistem informasi harus dapat menghasilkan informasi yg berkualitas, yaitu tepat waktunya (timely), tepat nilainya (accurate) dan relevan (relevance).


2. Kebutuhan-kebutuhan sistem


Keandalan-> menunjukkan seberapa besar sistem dapat diandalkan utk melakukan suatu proses yg dapat dipercaya dan dibutuhkan

Ketersediaan-> berarti bahwa sistem mudah diakses oleh user

Keluwesan-> menunjukkan bahwa sistem mudah beradaptasi dengan memuaskan sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan user yg berubah

Kemudahan diperlihara

Setelah sistem diterapkan,maka sistem harus dipelihara misalnya hal-hal yg tidak berfungsi harus dikoreksi, permintaan-permintaan khusus harus dipenuhi dan peningkatan-peningkatan sistem secara umum hrs dilakukan.


3. Kebutuhan-kebutuhan pengolahan data


Volume-> menunjukkan volume data yg terlibat dalam pengolahan data. Volume menunjukkan jml dari data yg harus diproses dalam satu periode waktu tertentu.

Hambatan waktu pengolahan-> menunjukkan jml dari wkt yg dpt diterima saat data siap diproses sampai informasi dihasilkan.

Permintaan perhitungan-> merupakan model-model matematik yg harus diterapkan shg informasi dapat dihasilkan sesuai dgn yg diinginkan oleh user.

4. Faktor-faktor organisasi


Sifat Organisasi -> untuk mengidentifikasi dan memahami kebutuhan informasi bagi suatu organisasi yg tertentu, pertama kali yg perlu dipahami adalah sifat organisasi.

Tipe Organisasi -> dpt dikategorikan sbb:

Organisasi fungsional, yaitu setiap manajer bertanggung jawab utk area fungsi tertentu, misal produksi, marketing dll

Organisasi divisional, yaitu tiap-tiap manajer divisi bertanggung jawab terhadap semua fungsi dlm divisinya

Organisasi matrik, yaitu beberapa manajer mempunyai tanggung jawab bersama thd suatu fungsi dlm suatu proyek

Utk masing-masing tipe organisasi ini, satu dengan yg lainnya kebutuhan informasinya juga berbeda.


Ukuran Organisasi -> semakin besar ukuran organisasi, semakin banyak informasi yg dibutuhkan.

Struktur Organisasi -> juga merupakan faktor yg mempengaruhi kebutuhan informasi. Cth: tanggungjawab thd manajemen persediaan dapat berada pada tanggungjawab departemen produksi di suatu organisasi atau dapat berada pada tanggungjawab departemen pembelian pd organisasi yg lain. Pd departemen produksi biasanya membutuhkan informasi mengenai ketersediaan persediaan, perputaran persediaan dan kualitasnya. Sedangkan pd departemen pembelian lebih membutuhkan inf. Mengenai harga dan pemasok.

Gaya Manajemen -> terdapat 2 gaya manajemen tersebut yaitu:

Gaya manajemen yg Otokratik lebih senang dengan sistem informasi yg terpusat (centralized).

Gaya manajemen yg Demokratik lebih senang dengan sistem informasi yg tersebar (decentralized).

5. Kebutuhan-kebutuhan biaya-efektivitas

Desain sistem informasi perlu dipertimbangkan antara biaya utk memeprolehnya dengan manfaat informasi yg dihasilkan.

6. Faktor-faktor manusia

Analis sistem hrs mencoba utk dapat mendesain sistem yg dapat diterima oleh semua pemakainnya, tidak hanya satu atau dua orang pemakai saja. Sistem informasi yg didesain dengan memperhatikan faktor-faktor manusianya akan didapat sistem informasi dengan user interface yg baik dan dapat meningkatkan produktifitas pemakainya.

7. Kebutuhan-kebutuhan kelayakan

Lima macam kelayakan hrs tetap diperhitungkan dlm desain sistem informasi. Lima macam kelayakan ini adalah kelayakan teknik, kelayakan ekonomi, kelayakan jadwal, kelayakan operasi dan kelayakan hukum. Walaupun kelayakan-kelayakan ini tekah dinilai pada tahap perencanaan sistem, tetapi dlm tahap desain sistem juga harus dipertimbangkan kembali, karena kemungkinan apa yg direncanakan di tahap perencanaan sistem mungkin di tahap desain sistem mengalami perubahan-perubahan.

BAB V TEKNIK PENGUMPULAN DATA

 BAB V TEKNIK PENGUMPULAN DATA


1.         TEKNIK WAWANCARA    

Wawancara (interview) telah diakui sebagai teknik pengumpulan data/fakta yang penting dan banyak dilakukan dalam pengembangan sistem informasi. Wawancara memungkinkan analisis sistem sebagai pewawancara (interviewer) untuk mengumpulkan data secara tatap muka langsung dengan orang yang di wawancarai (interview).

A.           Mempersiapkan wawancara

1.   Aturlah pertemuan dengan orang yang akan diwawancarai terlebih dahulu.

2.   Utarakanlah maksud dari wawancara.

3.  Aturlah waktu wawancara yang paling tepat supaya tidak mengganggu kerja dari orang yang di wawancarai.

4.   Buatlah jadwal wawancara terlebih dahulu, bila wawancara akan dilakukan beberapa kali atau oleh pewawancara yang berbeda dan orang yang di wawancarai jug berbeda.

5.  Buatlah suatu panduan wawancara (interview guide) supaya wawancara dapat berjalan dengan lancar. Interview guide adalah daftar pengecekan (checlist) dari pertanyaan-pertanyaan yang akan diajukan oleh pewawancara serta penjadwalan waktunya.

B.        Melakukan wawancara

1.   Mengenalkan diri terlebih dahulu siapa sebenarnya anda.

2.  Menjelaskan apa tujuan dari wawancara ini dan hubungannya dengan proyek sistem informasi yang sedang dikembangkan.

3.  Menjelaskan peranan-peranan yang akan diberikan oleh orang yang diwawancarai dari hasil wawancara ini.

4.  Jagalah suasana wawancara tetap santai, tetapi terarah dan menyenangkan.

5.   Mintalah pendapat-pendapat atau ide-ide tambahan yang mungkin belum di ungkapkan.

6.  Pada akhir wawancara, bacakanlah rangkuman-rangkuman dari hasil wawancara dan mintalah kepada yang diwawancarai untuk membetulkan bila ada hal-hal yang tidak sesuai.

7.  Ucapkanlah terima kasih bila wawancara telah selesai serta mintalah kesediaan kembali untuk dihubungi atau diadakan wawancara lagi bila perlu.

 

2.          TEKNIK OBSERVASI

Observasi atau pengamatan merupakan salah satu teknik pengumpulan data yang cukup efektif untuk mempelajari suatu sistem. Observasi adalah pengamatan langsung suatu kegiatan yang sedang dilakukan.

I.                    Petunjuk melakukan observasi

Untuk melakukan observasi, hal-hal berikut ini harus dilakukan :

a.          Rencanakan terlebih dahulu observasi yang akan dilakukan, meliputi :

- Apa yang akan di observasi;

- Dimana letak lokasi observasi;

- Kapan observasi akan dilakukan;

- Siapa yang akan melakukan observasi;

-  Siapa yang akan di observasi;

- Bagaimana melaksanakan observasi ini.

b.         Mintalah izin terlebih dahulu dari manajer atau pegawai-pegawai yang 

            terlibat

c.          Bertindaklah dengan rendah hati (low profile)

d.         Lengkapilah dengan catatan selama observasi berlangsung

e.          Kaji-ulanglah hasil observasi dengan individu-individu yang terlibat

 

3.         TEKNIK DAFTAR PERTANYAAN

Adalah suatu daftar yang berisi dengan pertanyaan-pertanyaan untuk tujuan khusus yang memungkinkan analisis sistem untuk mengumpulkan data dan pendapat dari responden-responden yang dipilih. Daftar pertanyaan ini kemudian akan dikirimkan kepada responden yang akan mengisinya sesuai dengan pendapat mereka. Penggunaan daftar pertanyaan ini mendapat banyak kritikan karena diragukan hasilnya. Akan tetapi untuk mengumpulkan data dari jumlah sumber yang banyak, cara ini lebih efisien dibandingkan teknik pengumpulan data yang lain.

I.             Tipe dari daftar pertanyaan

Ada dua macam format dari daftar pertanyaan, yaitu format bebas ( free format ) dan format pasti (fixed format ). Dalam suatu daftar pertanyaan dapat hanya berbentuk format bebas saja atau format pasti saja atau berisi gabungan dari keduanya.

1.         Daftar Pertanyaan Format Bebas : berisi dengan pertanyaan- pertanyaan yang harus diisi oleh responden ditempat yang sudah disediakan.

2.       Format Pasti : berisi dengan pertanyaan-pertanyaan yang jawabannya sudah pastidengan memilih jawaban tersedia. Hasil dari daftar pertanyaan tipe ini akan lebih mudah untuk di tabulasi dan di isi oleh responden. Daftar pertanyaan tipe ini mempunyai beberapa bentuk pertanyaan.

A.   Check-off  questions : macam dari pertanyaan-pertanyaan ini dibuat sehingga responden dapat memeriksa (check-off) jawaban-jawaban yang sesuai.

B.   Yes/No Questions : macam dari pertanyaan-pertanyaan ini memungkinkan responden untuk menjawab ‘ya’ atau ‘tidak’.

C.   Opinion/choice questions : macam dari pertanyaan-pertanyaan ini memungkinkan responden untuk memberikan pendapatnya.

II.                  Petunjuk Membuat Daftar Pertanyaan

1.   Rencanakanlah terlebih dahulu fakta-fakta atau opini-opini apa saja yang inin dikumpulkan.

2.   Berdasarkan fakta-fakta atau opini-opini tersebut, tentukanlah tipe dari daftar pertanyaan yang paling tepat untuk masing-masing fakta atau opini tersebut.

3.   Tuliskan pertanyaan pertanyaan yang akan diajukan.

4.   Uji daftar pertanyaan ini kepada responden yang kecil terlbih dahulu.

5.   Perbanyaklah dan distribusikanlah daftar pertanyaan yang sudah dianggap baik ini.

BAB IV ANALISIS SISTEM

 BAB IV ANALISIS SISTEM

 

ANALISIS SISTEM

Analisa sistem dapat didefinisikan sebagai penguraian dari suatu system informasi yang utuh ke dalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasikn dan mengevaluasi permasalahan-permasalahan, kesempatankesempatan, hambatan-hambatan yang terjadi dan kebutuhan-kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan-perbaikannya.


I.       ANALISA SISTEM MENURUT PARA AHLI

Menurut Mc Leod :Analisa Sistem Adalah Suatu studi dari sistem yang telah ada dengan tujuan untuk merancang sistem yang baru atau memperbaiki kekurangan dari sistem yang telah ada.

Menurut  Pressman : Analisa Sistem Adalah Kegiatan menemukan atau mengidentifikasikan masalah, mengevaluasi, membuat model serta membuat spesifikasi sistem.

Menurut  Yourdan : Analisa Sistem Adalah Suatu kegiatan mentransformasikan dua masukan utama, yaitu kebijaksanaan pemakai dan anggaran proyek kedalam spesifikasi yang terstruktur. Kegiatan tersebut melibatkan alat dan model diagram aliran data, diagram antar entitas dan komunikasi data.

Analisa Sistem Secara Umum :adalah Memandang, Pengamatan dan menyimpulkan konsep sistem berdasarkan Sistem Informasi secara fisik dan konseptual.

II.      LANGKAH-LANGKAH ANALISA SISTEM


Langkah-langkah dalam tahap analisa sistem hampir sama dengan yang akan langkah-langkahyang dilakukan dalam mendefinisikan proyek-proyek sistem yang akan dikembangkan di tahap perencanaan sistem. Perbedaannya terletak pada ruang-lingkup tugasnya. Di analisa sistem, ruang lingkup tugasnya adalah lebih terinci. Di analisa sistem ini, penelitian yang dilakukan oleh analis sistem adalah penelitian terinci, sedang di perencanaan sistem  sifatnya hanya  penelitian pendahuluan.


Di dalam tahap analisa sistem terdapat langkah-langkah dasar yang harus dilakukan oleh analis sistem, sebagai berikut:

Identify, yaitu mengidentifikasikan masalah

Understand, yaitu memahami kerja dari sistem yang ada

Analyze, menganalisis sistem

Report, yaitu membuat laporan hasil analisis.

 Penjelasan langkah - langkah analisis sistem:

1. Mengidentifikasi Masalah

    Ada tiga langkah yang harus dilakukan di dalam tahapan ini yaitu :

           A. Mengidentifikasi Penyebab Masalah

Pada tahap ini kita harus dapat mengetahui apa yang menyebabkan masalah terjadi.   Misal terjadi penurunan omset penjualan karena banyak konsumen yang komplain terhadap divisi penjualan tersebut.

           B. Mengidentifikasi Titik Keputusan

          Setelah penyebab terjadinya masalah dapat ditentukan, selanjutnya juga harus ditentukan titik keputusan penyebab masalah terjadi. Contoh : penyebab masalah konsumen komplain karena pelayanan yang kurang baik terhadap konsumen. Titik keputusan yang mengakibatkan terjadinya masalah ini adalah penanganan order langganan di bagian order penjualan yang kurang baik kepada pelanggan.

           C. Mengidentifikasi Personil - Personil Kunci

           Setelah titik - titik keputusan penyebab masalah dapat diidentifikasi beserta lokasi terjadinya, maka selanjutnya yang perlu diidentifikasi adalah personil - personil kunci baik yang langsung maupun tidak langsung dapat menyebabkan terjadinya masalah tersebut.

2.Memahami Kerja dari Sistem yang Ada

Dapat dilakukan dengan mempelajari secara terinci bagaimana sistem yang ada beroperasi.  Untuk mempelajari operasi dari sistem ini diperlukan data yang dapat diperoleh dengan cara melakukan penelitian:

A. Menentukan jenis penelitian

B. Merencanakan jadwal penelitian

C. Membuat penugasan penelitian

D. Membuat agenda wawancara

E. Mengumpulkan hasil penelitian

3.      Menganalisis Hasil Penelitian

Langkah ini dilakukan berdasarkan data yang telah diperoleh dari hasil penelitian yang telah dilakukan. Kita dapat menganalisis:

A. Kelemahan dari sistem lama tersebut

B. Kebutuhan informasi bagi pemakai sistem dan pihak manajemen

4.      Membuat Laporan Hasil Analisis

Isinya adalah :

A. Alasan melakukan analisis sistem

B. Menguraikan permasalahan-permasalahan yang terjadi pada sistem 

              lama

C. Mengidentifikasi penyebab masalah

D. Mengidentifikasi titik keputusan

E. Menguraikan penelitian yang dilakukan

F. Menguraikan hasil analisis

G. Kesimpulan analisis.

 

III.       MEMBUAT LAPORAN HASIL ANALISIS  


Laporan hasil analisis diserahkan ke Panitia Pengarah (Steering Committee) yang nantinya akan diteruskan ke manajemen. Pihak manajemen bersama-sama dengan panitia pengarah dan pemakai sistem akan mempelajari temuan-temuan dan analis yang telah dilakukan oleh analis sistem yang disajikan dalam laporan ini.

Tujuan utama dari penyerahan laporan ini kepada manajemen adalah :

Analisis telah selesai dilakukan

Meluruskan kesalah-pengertian mengenai apa yang telah ditemukan dan dianalisis oleh analis sistem tetapi tidak sesuai menurut manajemen

Meminta pendapat dan saran dari pihak manajemen

Meminta persetujuan kepada pihak manajemen untuk melakukan tindakan selanjutnya (dapat berupa meneruskan ke tahap disain sistem atau menghentikan proyek bila dipandang tidak layak lagi)

Semua hasil yang didapat dari penelitian perlu dilampirkan pada laporan hasil analisis ini, sehingga manajemen dan user dapat memeriksa kembali kebenaran data yang telah diperoleh.

BAB III KEBIJAKAN DAN PERENCANAAN SISTEM

 BAB III KEBIJAKAN DAN PERENCANAAN SISTEM


I.        Definisi dari Kebijakan Sistem dan Perencanaan Sistem

Kebijaksanaan Sistem : Landasan dan dukungan dari manajemen puncak untuk membuat perencanaan sistem.

Perencanaan Sistem  : Pedoman untuk melakukan pengembangan sistem

II.      Proses di dalam Perencanaan Sistem


Proses perencanaan sistem dibagi dalam 3 proses utama yaitu;


1.     Merencanakan proyek-proyek sistem, meliputi :


a.     Mengkaji tujuan, perencanaan strategi dan taktik perusahaan


Perencanaan sistem harus sejalan dengan tujuan perusahaan. Ini berarti perencanaan sistem harus diarahkan untuk dapat merencanakan sistem informasi yang dapat mendukung kegiatan organisasi secara keseluruhan sehingga tujuan perusahaan akan tercapai


b.     Mengidentifikasi proyek-proyek sistem


Menentukan proyek-proyek sistem informasi yang dibutuhkan dalam suatu organisasi


Contoh :   Dalam perusahaan bisnis proyek-proyek sistem informasi dapat berupa sistem informasi untuk :


-    pengendalian penjualan dan pemasaran


-    pengendalian distribusi


-    pengendalian produksi


-    pengendalian keuangan


-    pengendalian persediaan


c.     Menetapkan sasaran proyek-proyek sistem


Sasaran ini merupakan apa yang ingin dicapai oleh masing-masing proyek sistem


Contoh  :   Sistem informasi penjualan; memiliki sasaran :


-    Memberikan pelayanan order kepada pelanggan  dengan lebih baik


-    Meningkatkan volume penjualan


-    Menyediakan laporan penjualan yang tepat waktu kepada manajer marketing


d.     Menetapkan kendala proyek-proyek sistem


Ada 3 faktor kendala :


-    Masalah dana


-    Masalah waktu


-    Mengenai batasan peraturan yang berlaku pada perusahaan tersebut


e.     Menentukan prioritas proyek-proyek sistem


Yaitu menentukan proyek-proyek sistem mana yang perlu dikembangkan terlebih dahulu, tentunya proyek-proyek sistem yang sangat diperlukan dan mendesak harus diprioritaskan


f.      Membuat laporan perencanaan sistem


Isi dari laporan perencanaan sistem tersebut adalah :


-       Latar belakang organisasi


-       Proyek sistem informasi yang direncanakan


-       Sasaran pengembangan sistem informasi


-       Kendala di dalam pengembangan sistem informasi


-       Menentukan prioritas-prioritas proyek sistem informasi


g.     Meminta persetujuan manajemen


 


2.     Mempersiapkan proyek-proyek sistem yang akan dikembangkan meliputi:


a.     Menunjuk team analis


b.     Mengumumkan proyek pengembangan sistem


 


3.     Mendefinisikan proyek-proyek dikembangkan, meliputi :


a.     Melakukan studi kelayakan


Studi kelayakan                      :   Suatu studi yang akan digunakan untuk menentukan apakah pengembangan proyek sistem layak diteruskan atau tidak


b.     Menilai kelayakan proyek sistem


a.     Kelayakan teknik               :   - ketersediaan teknologi yang digunakan


                                                                    - ketersediaan staf ahli di dalam mengoperasikan teknologi yang digunakan


b.     Kelayakan operasi             :   - kemampuan personil dalam mengoperasikan sistem informasi yang dibuat


- kemampuan dari sistem informasi untuk menghasilkan informasi


c.     Kelayakan jadwal              :   Apakah sistem informasi yang dikembangkan sesuai  dengan jadwal yang telah ditentukan


d.     Kelayakan ekonomi           :   - besarnya dana yang diperlukan untuk pengembangan sistem


                                                      - manfaat yang diperoleh oleh sistem informasi dibandingkan  dengan biaya perkembangannya


e.     Kelayakan hukum              :   Apakah sistem yang akan dikembangkan tidak menyimpang dari hukum yang berlaku                               


c.     Membuat usulan proyek sistem


d.     Meminta persetujuan manajemen

Minggu, 21 November 2021

BAB II TINJAUAN UMUM PENGEMBANGAN SISTEM

 

BAB II

Tinjauan Umum Pengembangan Sistem

 

a.      Perlunya pengembangan sistem

  1. Adanya permasalahan-permasalahan yang timbul pada sistem lama. Permasalahan yang timbul dapat berupa:

a.       Ketidakberesan dlm sist. yg lama menyebabkan sist. tsb. tidak dapat beroperasi sesuai dengan yg diharapkan.

b.      Pertumbuhan organisasi yg menyebabkan harus disusunnya sistem yang baru.

  1. Untuk meraih kesempatan-kesempatan (opportunities)
  2. Adanya intruksi-intruksi (directives)

 

b.      Prinsip pengembangan sistem

a.       Sistem yang dikembangkan adalah untuk manajemen

b.      Sistem yang dikembangkan adalah investasi modal yang besar

c.       Sistem yang dikembangkan memerlukan orang yang terdidik

d.      Tahapan kerja dan tugas-tugas yang harus dilakukan dalam proses pengembangan sistem

 

c.       Siklus hidup pengembangan sistem

Tahapan kerja dari pengembangan sistem








                                            

Kebijakan & Perencanaan Sistem: Adanya intruksi dari top manajer kepada bawahan bahwa perusahaan tersebut perlu dilakukan pengembangan sistem. Di dalam perencanaan sistem perlu direncanakan terlebih dahulu mengenai :

1.      Berapa besar dana yang dibutuhkan untuk mengembangkan sistem

2.      Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengembangkan sistem

3.      Sudah siapkah personil-personil yang terlibatdalam pengembangan sistem tsb

Analisis sistem: mengevaluasi permasalahan-permasalahan, hambatan-hambatan yang terjadi dan kebutuhan-kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan-perbaikan.

Desain sistem secara umum : tujuan untuk memberikan gambaran secara umum kepada user tentang sistem yang baru.

Desain sistem secara terinci    : tujuan untuk memberikan gambaran secara terperinci kepada user tentang sistem yang baru.

 Seleksi sistem                    : menyeleksi penggunaan software maupun    hardware di dalam penerapan sistem baru.

Implementasi sistem        : menerapkan sistem informasi di dalam satu organisasi atau perusahaan.

 Perawatan sistem             : tujuannya adalah untuk menjaga agar sistem informasi dapat digunakan dlm organisasi tsb dlm jangka waktu yang cukup lama.

 

d.      Pendekatan pengembangan sistem

      Terdapat beberapa pendekatan untuk mengembangkan sistem, yaitu :

1. Pendekatan klasik lawan pendekatan terstruktur (dipandang dari metodologi yang digunakan). Pendekatan klasik adalah pendekatan di dlm pengembangan sistem yang mengikuti tahapan-tahapan di systems life cycle tanpa dibekali dengan alat-alat dan teknik-teknik yg memadai. Sedangkan pada pendekatan terstruktur dilengkapi dengan alat-alat dan teknik-teknik supaya membuatnya berhasil.

2. Pendekatan sepotong lawan pendekatan sistem (dipandang dari sasaran yang akan dicapai). Pendekatan sepotong merupakan pendekatan pengembangan sistem yang menekankan pada suatu kegiatan atau aplikasi tertentu saja. Sedangkan pada pendekatan sistem memperhatikan sistem informasi sebagai satu kesatuan terintegrasi untuk masing-masing kegiatan atau aplikasinya.

3. Pendekatan bawah-naik lawan pendekatan atas-turun (dipandang dari cara menentukan kebutuhan dari sistem). Pendekatan bawah-naik dimulai dari level bawah organisasi, yaitu level operasional dimana transaksi dilakukan. Pendekatan ini dimulai dari perumusan kebutuhan-kebutuhan untuk menangani transaksi dan naik ke level atas dengan merumuskan kebutuhan informasi berdasarkan transaksi tersebut. Pendekatan ini disebut juga dengan data analysis, karena yang menjadi tekanan adalah data yg akan diolah terlebih dahulu, informasi yang akan dihasilkan menyusul mengikuti data. Pendekatan atas-turun sebaliknya dimulai dari level atas organisasi, yaitu level perencanaan strategi. Pendekatan ini disebut juga dengan decision analysis, karena yang menjadi tekanan adalah informasi yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan oleh manajemen terlebih dahulu. Kemudian data yang perlu diolah menyusul mengikuti informasi yang dibutuhkan.

4. Pendekatan sistem-menyeluruh lawan pendekatan moduler (dipandang dari cara mengembangkannya). Pendekatan sistem-menyeluruh merupakan pendekatan yang mengembangkan sistem serentak secara menyeluruh. Sedangkan pendekatan moduler berusaha memecahkan sistem yang rumit menjadi beberapa bagian atau modul yang sederhana, sehingga sistem akan lebih mudah dipahami dan dikembangkan.

5.  Pendekatan lompatan jauh lawan pendekatan berkembang (dipandang dari teknologi yang akan digunakan). Pendekatan lompatan jauh menerapkan perubahan menyeluruh secara serentak menggunakan teknologi canggih. Sedangkan pendekatan berkembang menerapkan teknologi canggih hanya untuk aplikasi-aplikasi yang memerlukan saja pada saat itu saja.



 TERIMA KASIH

 

 

 

 

 


SISTEM INFORMASI BAB I KONSEP DASAR

 

SISTEM INFORMASI

BAB I

KONSEP DASAR

Sistem adalah  Kumpulan unsur-unsur yang saling berinteraksi satu  dengan yang lain untuk menghasilkan tujuan.

 

      2. Karakteristik Sistem : sifat-sifat khusus yang dimiliki oleh sistem

1. Komponen Sistem

Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi yang berarti saling bekerja sama membentuk satu kesatuan.

2. Batas Sistem

       Batas sistem merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya.

            3. Lingkungan Luar Sistem

Lingkungan luar dari suatu sistem adalah apapun diluar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem. Lingkungan luar sistem dapat bersifat menguntungkan dan merugikan.

4. Penghubung Sistem

      Penghubung sistem merupakan media penghubung antara satu subsistem dengan subsistem yang lain.

5. Masukan Sistem

      Masukan adalah energi yang dimasukan ke dalam sistem. Masukan dapat berupa masukan perawatan dan masukan sinyal. Masukan perawatan adalah energi yang dimasukkan supaya sistem tersebut dapat dioperasikan. Masukan sinyal adalah energi yang diproses untuk didapatkan keluaran.

6. Keluaran Sistem

      Keluaran sistem adalah hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan.

7. Pengolah Sistem

      Suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolahan yang akan merubah masukan menjadi keluaran.

8. Tujuan Sistem

      Suatu sistem pasti mempunyai tujuan. Kalau suatu sistem tidak mempunyai tujuan, maka operasi sistem tidak  akan ada gunanya.

 

 

3. Klasifikasi Sistem

    Sistem dapat digolongkan menjadi beberapa jenis, yaitu:

§  Sistem Abstrak  X  Sistem Fisik

Sistem abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik. Contoh : Sistem Teologi yang menerangkan hubungan manusia dengan Tuhan.

Sedangkan sistem fisik merupakan sistem yang ada secara fisik. Contoh : Sistem Komputer, Sistem Keuangan 

§  Sistem Alamiah  X  Sistem Buatan Manusia

      Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi melalui proses alam tidak tidak dibuat oleh manusia. Contoh pada sistem alamiah: sistem peredaran bumi. Sedangkan sistem buatan manusia adalah sistem yang dirancang oleh manusia. Contoh: sistem robotika

§  Sistem Deterministik  X  Sistem Probabilistik

Sistem deterministik adalah sistem yang berinteraksi antara bagiannya yang dapat diprediksi secara pasti. Contoh: sistem komputer. Sedangkan sistem probabilistik adalah sistem yang tidak bisa diprediksikan secara pasti. Contoh: sistem manusia

§  Sistem Tertutup  X  Sistem Terbuka

Sistem tertutup adalah sistem yang tidak berhubungan dan tidak terpengaruh oleh lingkungan luar. Contoh : tabung reaksi. Sedangkan sistem terbuka adalah sistem yang berhubungan dan terpengaruh oleh lingkungan luar. Contoh : sistem organisasi


II. Konsep Dasar Informasi

1. Informasi   : Data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna bagi penerimanya

2. Siklus Informasi


 

 


 

Gambar Siklus Informasi


3. Mutu Informasi

Kualitas informasi tergantung dari 3 (tiga) hal :

1.      Informasi harus akurat                       :     informasi harus terbebas dari kesalahan-kesalahan, tidak     bias dan tidak menyesatkan

2.      Informasi harus tepat waktu             :     informasi yang datang kepada penerimanya tidak boleh       mengalami keterlambatan

3.      Informasi harus relevan                         :     informasi memiliki menfaat bagi penerimanya

 

Nilai informasi ditentukan oleh 2 (dua) hal :

1.      Manfaat dari informasi tersebut

2.      Biaya untuk mendapatkan informasi

 

III. Konsep Dasar Sistem Informasi

1. Definisi Sistem Informasi

    Suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan

transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi  dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.

 

2. Peranan Sistem Informasi Bagi Manajemen:

1.      Dapat mendukung dalam pengambilan keputusan

2.      Dapat mendukung kegiatan manajemen

 

Yang termasuk ke dalam kegiatan manajemen adalah:                                             

1.      Perencanaan strategis

a.        Proses evaluasi lingkungan luar organisasi : harus mampu bereaksi terhadap kesempatan-kesempatan dari lingkungan luar dan tanggap terhadap tekanan-tekanan dari lingkungan luar.

b.       Penetapan tujuan

Tujuan adalah apa yang ingin dicapai oleh organisasi. Tujuan ditetapkan oleh manajemen tingkat atas di dalam proses perencanaan strategis yang bersifat jangka panjang.

c.        Penentuan strategis

Menentukan tindakan-tindakan yang harus dilakukan oleh organisasi  dengan maksud untuk mencapai tujuan-tujuannya.

2.      Pengendalian manajemen

Yaitu proses untuk meyakinkan bahwa organisasi telah menjalankan strategi yang sudah ditetapkan  dengan efektif dan efisien.

3.      Pengendalian operasi

Yaitu proses untuk meyakinkan bahwa tiap-tiap tugas tertentu telah dilaksanakan secara efektif dan efisien.

TERIMA KASIH

MATERI LEGALISASI PROFESI

1.                           Legalisasi adalah pernyataan Badan dan/atau Pejabat Pemerintahan mengenai keabsahan suatu salinan surat atau do...